Pernahkah Anda nonton film “Her”? Film ini bercerita tentang seseorang yang jatuh cinta pada asisten virtual di komputernya. Mungkin ini terdengar agak gila, sulit untuk dipercaya atau menyeramkan, tapi kenyataannya asisten virtual yang dapat bertindak seperti manusia memang sedang banyak dikembangkan.
Hal ini dimungkinan karena adanya teknologi yang disebut pengolahan bahasa alami (natural language processing / NLP). Jadi apa NLP ini? Sederhananya, Natural Language Processing merupakan kemampuan komputer untuk dapat memahami ucapan kita sebagai manusia. Teknologi ini merupakan bagian dari kecerdasan buatan (AI) yang memiliki peran penting untuk mempermudah manusia untuk berinteraksi dengan komputer.
Konsep NLP mulai dibahas oleh Alan Turing di tahun 1950-an, ia mengembangkan sebuah tes sederhana untuk menentukan apakah mesin dapat meniru cara manusia berbicara secara meyakinkan atau tidak. Contoh nyata yang dapat kita lihat sekarang yaitu Siri dan Alexa, dua asisten virtual ini mampu memahami kata-kata yang diucapkan manusia dan menjalankan fungsi dari perintah yang kita ucapkan. Melalui Siri dan Alexa, kita bisa mencari informasi, mengirim pesan maupun mengontrol smart home secara praktis hanya dengan melontarkan pertanyaan atau perintah. Namun, jika kita ingin komputer dapat memahami cara berkomunikasi manusia, maka diperlukan sebuah sistem untuk mengetahui makna dari kata dan kalimat tersebut.

Teknologi NLP dapat berfungsi karena adanya machine learning (ML). Machine Learning adalah proses di mana komputer menganalisis data dalam jumlah besar untuk mencari suatu pola sehingga mereka bisa “memahami” data tersebut sebagaimana manusia memahaminya. Dalam hal NLP komputer harus mengolah sejumlah besar teks/artikel dalam bahasa tertentu. Setelah data tersebut diolah, komputer kemudian akan memiliki kemampuan untuk mengerti ucapan dan tulisan dalam bahasa tersebut. Pasti anda pernah menonton film Iron Man dan Avengers. Cara Jarvis bisa memahami ucapan Tony Stark dan menjalankan semua perintah dari Tony adalah contoh teknologi NLP yang berfungsi dengan sempurna.
Lalu, apa manfaat teknologi NLP dalam dunia bisnis?
Untuk memberikan pengalaman yang lebih baik bagi konsumen, pelaku bisnis harus terus meningkatkan kedekatan dengan mereka. Kedekatan ini hanya akan terbangun apabila brand bisa menawarkan cara berkomunikasi yang mudah dan bermanfaat saat konsumen membutuhkan bantuan. Salah satu strategi yang saat ini banyak dilirik oleh pelaku bisnis adalah chatbot berteknologi NLP. Melalui chatbot, konsumen dapat dengan mudah berinteraksi dengan brand yang mereka sukai melalui percakapan di berbagai aplikasi chatting (Whatsapp, Telegram, Line, dan lain lain). Karena chatbot ini didukung oleh teknologi NLP yang dapat menjawab langsung pertanyaan kita tanpa harus dibantu oleh manusia, konsumen dapat mendapatkan jawaban atau informasi yang mereka butuhkan dengan sangat cepat, tanpa perlu menunggu admin yang menjawab secara manual. Hal ini juga memungkinkan perusahaan untuk menjalankan operasi customer service secara lebih efisien tanpa harus mempekerjakan terlalu banyak pegawai untuk menjawab pertanyaan secara manual.

Tanpa teknologi NLP dan data yang tepat, chatbot akan sulit memahami makna kata atau kalimat yang kita ucapkan. NLP adalah “mesin” yang memungkinkan chatbot berfungsi lebih “pintar” dalam memahami konsumen. Contohnya, ketika seorang konsumen mengirimkan sebuh pesan komplain mengenai produk/layanan yang didapatkan, NLP dapat langsung mengenali emosi dari konsumen (marah atau kecewa), sehingga chatbot pun akan memberikan respon otomatis yang sesuai dengan kondisi tersebut dan memberi solusi yang cepat. Semua hal ini membuktikan bahwa NLP akan semakin berperan untuk membuat kita lebih produktif dalam menggunakan teknologi.
Sumber : https://blog.kata.ai/id/post/mengenal-teknologi-nlp/
No comments:
Post a Comment